Belajar Sukses Dari Seekor Ulat

14 Nov

Belajar Sukses Dari Seekor Ulat

Ada banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik sebagai sarana untuk memperbaiki diri dalam segala hal. Termasuk menuai kesuksesan hidup yang diinginkan setiap orang. Pelajaran tersebut dapat kita dapatkan dari alam ciptaan tuhan. Maupun sesama manusia yang dapat memberikan motivasi dalam menjalani kehidupan. Dengan senantiasa belajar, kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pelajaran baru.

Karna tiap-tiap orang juga akan alami kegagalan yang jelek sepanjang tidak memiliki tekad yang keras untuk melakukan perbaikan dianya. Sebab keharusan manusia yaitu berupaya sesuai sama kandungan kekuatannya. Sedang pekerjaan Tuhan mengubah nasib hambanya. Seperti hasrat kuat seseorang petani yang menanam padi serta merawatnya dengan sepenuh hati. Tanpa ada menggunakan saatnya dengan percuma, pak petani tetaplah berusaha keras dengan menjaga padi itu serta menyerahkan nasib padinya pada sang pencipta. ‘

Terkecuali pelajaran dari pak petani itu, kita bisa belajar pada seekor ulat yang dihina serta dijauhi oleh manusia. Keberadaannya dipandang jadi sampah atau penyakit yang juga akan mengakibatkan kerusakan tanaman mereka. Hingga sang ulat terasa sedih serta tidak jadi makhluk yang bermanfaat untuk kehidupan.

Terasa kondisinya semakin tersungkur, ulat itu lalu berfikir untuk merubah nasibnya supaya jadi tambah baik. Lewat perenungan, sang ulat lalu temukan jawaban yang juga akan mengubah kehidupannya di masa depan. Dengan tegar ia jalan ke sana-kemari sembari menitikan air mata. Sampai selanjutnya ia lihat pohon yang lapuk, sang ulat lari kencang menghampirinya.

Lalu diliatnya sebagian helai sabut pohon tua yang sudah lapuk. Dengan telaten ia menenunnya sampai jadi satu kepompong mungil untuk rumah sesaat. Sabut sudah terkumpul serta tenunan sang ular sudah jadi. Sang ulat lalu masuk ke tempat sembari membungkus dianya. Haus serta lapar tidak jadi kenadala untuk wujudkan yang diimpikannya. Sang ulat tetaplah bersemedi didalam tempat tinggal mungilnya.

Rekan-rekan sang ulat jadi penasaran karna rekan sebaya mereka sudah lama menghilang. Mereka berpencar kesana kemari untuk mencari sang ulat itu yang sudah hilang dari koloninya. Salah seseorang dari mereka temukan ada satu kepompong mungil yang bergelantungan diatas pohon tua. Lihat hal tersebut, salah seseorang rekan berteriak dengan kencang ” saksikan ada apa ini? ” Teriakan itu terdengar hingga ke pendengaran koloninya.

Sebagian di antara mereka mengkroscek juga akan benda yang bergelantungan itu. Sampai diketemukan kalau anggota koloninya tengah ada dalamnya. Di antara koloni itu menyebut, ” hey fren ngapain anda didalam sini? ” Sang ulat itu menjawab, ” saya menginginkan berupaya untuk mengubah nasibku yang malang ini? ” Sang ketua koloni terlibat percakapan pada rekannya ” Mending anda turut kami bermain saja. Banyak daun fresh disini ” Ia menjawab ” saya juga akan tetaplah berupaya hingga tuhan mengubah nasibku ” Ketua koloni menjawab ” okelah, jika anda tidak ingin turut makan buah dan daun-daun fresh ini “.

Matahari terbenam serta terbit. Siang bertukar malam serta perjalanan saat menjawab satu misteri. Sang ulat sudah beralih jadi kupu-kupu indah laksana bidadari elok menarik serta sejuk dilihat oleh mata. Istana singgasana yang ditenunnya jadi satu benang sutra untuk buat satu baju. Saat ini sang ulat sudah jadi super saiya seperti dalam film Dragon Ball.

Baca Juga: Kata kata mutiara

Lihat perubahan sang ulat yang demikian baik, beberapa koloni mendatangi serta bertanya resep seperti pasien pada dokter. Dengan penuh senyum serta keramahan. Sang ulat yang sudah beralih jadi kupu-kupu memberi resep pada beberapa rekannya. Mereka lalu menggerakkan dengan penuh semangat anjuran yang didapatkan oleh ulat itu. Sampai perkebunan itu jadi penyuplai sutra serta maksud untuk beberapa wisatawan.

Sekianlah pelajaran bernilai yang bisa kita ambillah dari seekor ulat yang tidak mudah menyerah untuk mengubah dianya jadi tambah baik. Ia berupaya dengan sekuat tenaga tanpa ada mempedulikan tiap-tiap kendala serta percaya tentu satu waktu tiap-tiap jerih payahnya juga akan memetik kesuksesan. Demikian pula dengan manusia, ia juga akan berhasil seperti yang dikerjakan oleh ulat itu.