Cara Mengurus Kesalahan Tulis Akta Jual Beli

cara mengubah kesalahan ajb 10 Sep

Cara Mengurus Kesalahan Tulis Akta Jual Beli

Manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf sebab tidak ada manusia yang sempurna. Walaupun prinsip kehati-hatian selalu diterapkan selama berurusan dengan bukti otentik seperti akta jual beli tanah jual beli properti, tapi tetap saja tidak menutup kemungkinan terjadinya kesalahan. Salah satu contoh kealfaan yang tidak jarang terjadi pada Akta Jual Beli atau AJB adalah kesalahan ketik pada angka Nomor Objek Pajak (NO) hingga nominal harga jual pada properti.

cara mengubah kesalahan ajb

Sebenarnya, jika Akta Jual Beli tersebut belum ditandatangin, maka perubahan bisa segera dilakukan dengan diberikan tanda pengesahan dari penghadap, saksi dan juga PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Kegiatan koreksi tersebut dikenal dengan istilah renovi. Sehingga sebelum Anda menandatangani surat Akta Jual Beli tersebut, pastikan apa yang sudah tercetak disana adalah benar adanya.

Peristiwa koreksi atau renovi punya landasan kuat seperti tercantum dalam UU 2/2014 Pasal 48-Pasal 50. Inti dalam ketentuan tersebut mengatakan bahwa perubahan dalam Akta Jual Beli dapat dilakukan dan dianggap sah apabila dibubuhkan tanda tangan pengesahan lain dari penghadap, saski dan juga PPAT (Pejabat Akta Tanah). Dengan begitu dapat diambil kesimpulan bahwa jika ternyata akta tersebut telah ditandangani sebelumnya, maka perubahan yang dapat dilakukan adalah berupa pembetulan kesalahan tulis dan/atau kesealahan ketik pada Minuta Akta yang telah ditandangani tersebut.

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa perubahan tersebut tidaklah susbtansial (secara isi). Perubahan ini wajid dilakukan di depan penghadap, saksi dan juga PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) yang dituangkan dalam berita acara serta diberikan catatan tentang hal tersebut kepada Minuta Akta asli. Pencatatan tersebut haruslah diikuti dengan menyebutkan tanggal dan nomor Akta berita acara pembetulan. Salinan dari akta berita acara juga wajib disampaikan dan disimpan oleh semua pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa mendatang.

Lantas, jika Akta Jual Beli Tanah tidak segera diperbaiki apa yang akan terjadi? Jika PPAT (Pejabat Akta Tanah) tidak segera melakukan pembetulan atau renvoi, maka kekuatan pembuktian akta hanya sebagai akta di bawah tangan. Dengan begitu, pihak yang menderita kerugian akan menuntut penggantian biaya, ganti rugi dan bunga kepada PPAT (Pejabat Akta Tanah).

Via griyakuindahselaras.com