Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat 17 Aug

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Setiap malam minggu keluarga bapak Sultan Malik jalan-jalan ke taman kota Manokwari. Keluarga ini memilih waktu tersebut untuk jalan-jalan bersama. Bapak Malik yang setiap malam minggu meluangkan watunya untuk mengajak anak-anaknya pergi jalan-jalan. Anak-anak bapak Malik juga malam itu meliburkan semua jadwal les dan belajarnya untuk mencari sedikit hiburan. Sang istri bapak Malik memang sesunguhnya tidak bekerja setiap harinya. Beliau hanya mengurus rumah tangga saja. Bapak Malik yang kesehariannya bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di Manokwari sangat senang jika bisa meluangkan waktunya untuk keluarga walaupun hanya jalan-jalan ke taman kota satu minggu sekali. Meskipun bapak Malik sangatlah sibuk setiap malam minggu seperti hukum wajib jika harus mengajak sang keluarga ke berlibur sejenak. Taman kota Manokwari dan rumahnya hanya berjarak sekitar dua puluh satu kilo meter saja.

Suatu malam saat sedang di taman, bapak Malik duduk berdua dengan sang istri sambil melihat anaknya bermain. Kedua anak mereka sedang bermain sepatu roda. Kedua anaknya mengitari taman kota dan melewati air mancur di sekitar taman kota. Tiba-tiba bapak Malik melihat ada seseorang di sudut taman sedang duduk sambil ketawa sendiri. Pakaiannya pun compang camping dan terlihat lusuh. Kemudian ada pegawai taman kota yang mengenal pak Malik di sana. Dengan rasa penasaran pak Malik menanyakan siapa dia kok terlihat aneh sendiri. Saat itu memang keadaan taman kota yang sedang ramai-ramainya. Pegawai ini mengatakan bahwa dia dahulu juga bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di Manokwari. Bisa jadi itu adalah teman bapak Malik juga. Bapak Malik berusaha mengingatnya tetapi hanya sebuah bayangan buram yang keluar. Sang istri mengatakan apa orang itu bernama ibu Supriyah. Pegawai itu menganggukkan kepalanya. Dan pak Malik kaget sekali. Pegawai ini menyakinkan mereka dengan mengatakan itu ibu Supriyah sang kontraktor kubah masjid yang saat ini sedang kolep usahanya.

Bapak Malik yang merasa berhutang budi dengannya, bapak Malik menanyakan keadaan beliau, mungkin bisa diajak berbicara apa hanya bisa tersenyum sendiri seperti itu. Pegawai itu mengatakan hanya bisa ketawa saja, jika diajak bicara orang dia akan berbicara sendiri layaknya seperti kontraktor kubah masjid yang bertemu konsumen. Bapak Malik kemudian bercerita beliau dahulu adalah gurunya saat baru saja memasukki dunia usaha. Beliau sering datang ke rumah bapak Malik karena beliau juga teman akrab istri saya ini. Namun, beberapa tahun lalu kami hilang kontak karena beliau dahulu berpamitan ke rumah sang anak yang ada di Maluku. Saat itu memang terlihat aneh karena beliau akhir-akhir itu tidak pernah menceritakan lagi usaha kontraktor kubah masjid yang dia bangun sendiri. Dan ketika kami tanya beliau hanya tersenyum saja. Setelah malam itu handphone beliau tidak aktif dan saat kami datangi rumahnya selalu tertutup tanpa penghuni.