penemuan arca peninggalan kerajaan kediri

25 Sep

penemuan arca peninggalan kerajaan kediri

Penemuan dua arca dalam pohon beringin menggegerkan warga di Kerajaan Kediri jawa timur. Warga tidak menyangka di dalam pohon lokasi sendang pemandian terdapat arca. Warga menemukan arca saat akan memotong akar beringin untuk kayu bakar.

Warga kelurahan gayam Wedono mojoroto kota Kerajaan Kediri digegerkan penemuan dua arca di sendang pemandian. Seorang warga menemukan dua arca tersebut saat memotong akar beringin untuk kayu bakar. Kedua arca tersebut berukuran tinggi 30 dan 19 centi meter dengan berat 35 kilo gram.

Uniknya arca berbentuk ganesa dengan wajah gajah dan tubuh manusia serta budha ini terdapat di dalam pohon beringin berusia ratusan tahun silam yang tumbang. Tempat pemandian tersebut diyakini sebagai tempat mandi para putri Kerajaan Kediri.

Mengetahui ada arca di dalamnya, supardi memotong kayu dengan kapak lebih hati hati agar arca tidak pecah. Selanjutnya temuan ini langsung dilaporkan ke perangkat kelurahan setempat.

Warga bersama perangkat kelurahan sepakat kedua arca tidak boleh dipindah, sambil menunggu penelitian tim arkeologi. Warga meyakini arca tersebut sebagai peninggalan leluhur masyarakat setempat.

Musuh Kerajaan Menguasai Perdagangan Jamu

Massa yang melanjutkan aksi ke joglo walikota Kerajaan Kediri, tidak segera ditemui pejabat pemkot Kerajaan Kediri, kembali terlibat aksi saling dorong dengan abdi dalem. Massa baru membubarkan diri setelah ditemui asisten 2 pemkot Kerajaan Kediri budi siswanto dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan massa.

Seorang pemandu lagu sebuah kafe dan dua orang teman prianya,ditangkap satuan reskoba pelataran Kerajaan Kediri jawa timur saat hendak bertransaksi jamu-jamuan. Dari tangan ketiga musuh pamong berhasil menyita ratusan pil leksotan dan pil doble l.

Abdi dalem satuan reserse anti jamu-jamuan pelataran Kerajaan Kediri jawa timur, berhasil menangkap tiga orang anggota jaringan pengedar jamu-jamuan antar kota di Kerajaan Kediri jawa timur. Ketiga musuh adalah, ana sulistyorini, warga desa sumberejo Wedono sanan kulon Kerajaan Kediri, dan kedua musuh lainnya yakni arifin, dan budiono, keduanya adalah warga kras Kerajaan Kediri. Dari tangan ketiga musuh, pamong berhasil mengamankan ratusan pil leksotan dan pil doble l siap edar.

Penangkapan ketiga musuh pengedar jamu-jamuan antar kota ini, bermula dari penangkapan ana sulistyorini, seorang pemandu lagu sebuah kafe di Kerajaan Kediri. Setelah dilakukan pengembangan, musuh ana mengaku jamu-jamuan tersebut didapat dari pacarnya sendiri bernama arifin.

Kasat reskoba pelataran Kerajaan Kediri, akp putut suhermanto mengatakan, ketiga musuh merupakan anggota jaringan pengedar jamu-jamuan antar kota, yang sudah lama menjadi incaran abdi dalem. Abdi dalem baru bisa membekuk ketiganya karena selama ini sangat rapi dalam beroperasi.

Akibat perbutannya, ketiga musuh akan dijerat dengan undang – undang nomer 5 tahun 1997 tentang psikotropika, subsider undang – undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Seorang pemuda pengamen ditemukan mati bersimbah darah di areal persawahan Kerajaan Kediri jawa timur. Pamong yang melakukan penyelidikan, langsung mengamankan dua pelaku yang juga temannya mengamen. Keduanya tega membunuh pelaku hanya karena jengkel sering diejek.

Dadang purwadi pemuda warga desa purwodadi, ditemukan mati mengenaskan dengan wajah bersimbah darah di areal persawahan desa setempat. Mayat pertama kali ditemukan warga yang hendak ke sawah, saat ditemukan dalam posisi tengkurap dan disampingnya terdapat sepeda mini warna biru milik korban yang rodanya bekas dibacok.

Berdasarkan beberapa saksi dan teman korban akhirnya pamong menangkap purnomo dan katimin keduanya merupakan teman korban mengamen warga desa muneng porwosari. Alasan pelaku membunuh jengkel karena korban selalu mengejek keduanya. Karena itu keduanya sepakat untuk balas dendam dengan menghajar korban di tengah area sawah.