Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Kabupaten Dharmasraya

Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Kabupaten Dharmasraya 7 Sep

Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Kabupaten Dharmasraya

Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Kabupaten Dharmasraya

Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Kabupaten Dharmasraya

Takbir mulai berkumandang diseluruh wilayah di Indonesia. Malam ini seluruh masyarakat muslim merayakan malam hari kemenangan setelah selama satu bulan berpuasa. Saat malam takbiran semua Kontraktor Kubah Masjid Galvalum dan mushola selalu ramai dengan banyak orang mulai dari anak anak hingga dewasa. Mereka bersuka cita menggemakan takbir hingga pagi hari saat sholat ied.
Gema takbir telah bergema dari beragam pojok Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di semua penjuru Kabupaten Dharmasraya Propinsi Sumatera Barat. Semuanya anak pancoran terlihat lari bernyanyi membawa Koran yang berantakan di tepi jalanan, Udin sendiri terlihat tidak sempat capek selalu melangkahkan kakinya dari pojok kota ke pojok kota yang lain. Dia terlihat begitu girang nikmati hidupnya sesudah mendengar kumandang takbir sore itu. Tidak ada henti dia walau berkalu – kali terlihat dimarahi oleh ibunya, namun kakinya keriangannya tidak dapat menghentikannya itu, karna pagi telah menanti si Budi rekan Udin yang lain juga telah bersiap dengan jiwa raganya nikmati hari raya yang telah tiba itu. Sembari lari menuju Kontraktor Kubah Masjid Galvalum untuk turut mengundangkan takbir, si dua kecil ini selalu berkelahi dengan saat karna yang diimpikannya telah dating, sesudah sebulan penuh berpuasa menahan lapar serta dahaga. Udin serta Budi yaitu saudara yg tidak sempat dapat terlepaskan dimanapun si Udin tentu ada si Budi karna mereka yaitu deskripsi prima dari persahabatan sejati di muka bumi ini.

Sempat satu saat, ada si Udin juga akan beli es cendol di seberang jalan depan tempat tinggalnya, serta nyatanya disana telah ada si Budi. Tak tahu janjian atau tidak, karna tempat tinggal mereka juga berdekatan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum dengan umur kelahiran yang hamper sama, cuma berselang sehari bahkan juga Ibu mereka juga bersahabat mulai sejak kecilnya serta pernikahan bapak ibunya juga hamper berbabarengan berikut, deskripsi persahabatan yang turun temurun mungkin saja hingga kakek nenek nantiya. Ceritanya memanglah keduanya ini mempunyai muka yang cukup serupa, hingga tiap-tiap pergi sekolah juga bareng pergi mainnya juga hamper sama senantiasa tidak sempat pergi jauh dari sekitaran Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Tampak murung berwajah Budi, Udin dengan sigap memberi kebahagiaanya tanpa ada berpikir panjang kali lebar, Udin sudah mengetahui apa kegemaran Budi supaya Budi terlihat ceria sekali lagi yaitu deskripsi Cinta dari hatinya.

Tanpa ada jas hujan, Budi berlarian di tepi jalan nunggu konsumen jajakan Koran kepunyaannya, karna kasian Udin dating menghapiri menolong Budi menjualkan Korannya. Mereka berdua memanglah selalu berkelahi dengan saat di masa kecilnya dengan berdua tidak ada hentinya memanglah. Pada saat malam takbir itu, mereka setuju untuk menggemakan takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum serta mesti hingga pagi tanpa ada tidur. Mereka ini dua kecil namun begitu bagus, persahabatan mereka. Di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum mengundangkan takbir mereka tanpa ada capek bertukaran dengan kawan yang lain menabuh beduk yang telah disiapkan hingga terlihat meriah aktivitas Takbir di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Sampai pagi mendekati mereka pulang sebentar mandi serta makan persiapan salat ied. Memakai pakaian baru yang dengan kebetulan juga sama dengan kata lain kembar juga pakaian mereka, yang nyatanya ibu keduanya membelinya berbarengan, jadi mereka pergi ke Kontraktor Kubah Masjid Galvalum bersama.