Uang Palsu Banyak Beredar di Tulungagung

12 Aug

Uang Palsu Banyak Beredar di Tulungagung

Uang Palsu Banyak Beredar di Tulungagung. Kini kedua bayi malang tersebut masih mendapat perawatan diruang perawatan intensif rumah sakit.

Lima orang komplotan pengedar uang plasu yang selama ini meresahkan masyarakat tulungagung jawa tmur di tangkap jajaran polres tulungagung  dari tangan jaringan ini polisi menyita uang palsu sebesar lima puluh juta rupiah sebagai barang bukti.

Kelima tersangka yang kini meringkuk di tahan polres tulungagung adalah  soni jainuri dan sulastri ketiganya asal tulungagung  dua lainya mujibul muqorobin alias rizal asal jalan taman arjuna sawahan surabaya dan samsul arifin asal prajekan bondowoso.

Di depan petugas ke lima tersangka mengaku  sudah 2 bulan menjalankan pekerjaan haram ini   modus yang digunakan tersangka pun tergolong rapi.  Awalnya uang palsu berwujud seratus ribuan dan lima puluh ribuan itu diperoleh dari mujibul muqorobin yang mendapatkan dari jatinegara jakarta.

Uang palsu itu lantas dijualbelikan oleh samsul arifin diwilayah jawa timur dengan harga 1 juta uang asli ditukar dengan 5 juta uang palsu.  Dua orang yang kemudian tertarik untuk membeli adalah soni dan jainuri. Selanjutnya lembaran uang palsu tersebut mulai diedarkan ke masyarakat  lewat   tangan sulastri dengan cara di belanjakan ke pasar–pasar tradisional yang ada di tulungagung.

Penangkapan kelima tersangka berkat laporan warga yang curiga dengan  uang yang digunakan tersangka sulastri saat berbelanja. Tak mau upal beredar lebih banyak jajaran polres tulungagung segera menggrebek rumah sulastri.  Sulastri ditangkap bersama jainuri yang saat itu sedang bertamu. Bersama kedua tersangka polisi menyita upal sejumlah 11 juta 100 ribu.

Dari penangkapan kedua tersangka  polisi kemudian menangkap sony serta berhasil menjebak mujibal dan samsul sebagai otak peredaran uang palsu total uang palsu yang diamanan dari jaringan ini senilai 49 juta 700 ribu rupiah.

Kompol pambudi  kabag bina mitra polres tulungagung mengatakan sepintas upal yang diedarakan tersangka sangat mirip dengan uang asli sehingga bila tidak teliti masyarkat akan mudah tertipu namun  bila di raba dan diterawang akan terlihat kejanggalanya karena tidak ada benang pengaman.